Buku Tafsir Ibnu Katsir yang disusun ulang oleh DR. Shalah Abdul
Fattah al-Khalidi, terbitan Maghfirah Pustaka ini berbeda dalam
penyajiannya.
Sangat memudahkan bagi orang awam sekalipun. Dikemas
secara menarik dengan konsep dua kolom, dan dua warna. Sehingga pembaca
tidak dibuat lelah meskipun membaca berhalaman-halaman.
Hard Cover
6 Jilid
Total Halaman : 3.944 halaman
Dua warna
Dua Kolom
Ukuran 17 x 29 cm
Box Set
Packaging Dus
Mudah Tafsir Ibnu Katsir: Tafsir yang Mudah dan Memudahkan
Hingga saat ini, Tafsir Ibnu Katsir masih menjadi salah satu rujukan utama dan terpenting dalam bidang tafsir dan ulumul Qur'an.
Di
dalamnya, Al-Imam Al-Hafizh Ibnu Katsir menuangkan seluruh teori dan
pandangannya terhadap kandungan, makna, dan tafsir dari ayat-ayat
al-Qur'an.
Tak hanya menjelaskan makna setiap ayat, mufassir
sekaligus muhaddits dan mu'arrikh ini juga membentangkan penafsiran ayat
dengan ayat, ayat dengan hadits, ayat dengan riwayat, ayat dengan
pendapat ulama, serta ayat dengan kisah berhikmah. Karena itu, tidak
berlebihan jika kita menyebut metode penafsiran al-Qur'an yang digunakan
Ibnu Katsir sebagai cikal bakal ilmu tafsir tematis (at-Tafsir
al-Maudhu'i) yang mulai berkembang pesat dalam kajian al-Qur'an pada era
modern.
Sedemikian pentingnya posisi Tafsir Ibnu Katsir ini,
Penerbit Maghfirah Pustaka pun mencoba ikut andil dalam memperkaya dan
melestarikan khazanah ilmu-ilmu Islam ahlus sunnah wal jama'ah dengan
menerbitkan terjemahan karya tafsir monumental ini.
Literatur
utama yang menjadi rujukan Maghfirah Pustaka dalam menerbitkan karya ini
adalah naskah Tafsir Ibnu Katsir yang diteliti dan disusun ulang oleh
Dr. Shalah Abdul Fattah al-Khalidi, Profesor Tafsir dan Ilmu-ilmu
al-Qur'an dari Yordania. Karya inilah yang kemudian diterjemahkan dan
diterbitkan dalam Bahasa Indonesia oleh Maghfirah Pustaka dengan judul
"Mudah Tafsir Ibnu Katsir".
Pilihan terhadap literatur utama ini
didasari atas penilaian bahwa usaha intelektual Dr. Shalah Abdul Fattah
al-Khalidi ini adalah penelitian dan pembacaan ilmiah terbaru dan
terbaik atas Tafsir Ibnu Katsir yang pernah ada, karena:
1. Mudah
Apa
yang membuat karya ini mudah dibaca? Jawabnya adalah tahdzib dan
tartib. Dalam Bahasa Arab, tahdzib artinya menyaring, sedangkan tartib
artinya merapikan. Dua hal inilah yang pertama kali dilakukan oleh Dr.
Shalah Abdul Fattah al-Khalidi dalam penelitiannya terhadap
manuskrip-manuskrip Tafsir Ibnu Katsir yang ada.
Sebagaimana
laiknya karya ulama klasik yang lain, Tafsir Ibnu Katsir ditulis dengan
struktur bahasa dan gaya penulisan turats yang panjang, ditambah dengan
maklumat penulisnya akan penafsiran ayat yang begitu melimpah. Setiap
informasi, baik berupa ayat al-Qur'an, hadits, riwayat, atsar, pendapat
ulama maupun kisah yang berhubungan dengan tema penafsiran sebuah ayat
dituang secara utuh. Betul-betul sebuah karya tafsir ensiklopedis yang
mencerminkan keluasan dan kedalaman penulisnya, Imam Ibnu Katsir.
Hanya
saja, metode dan gaya penulisan seperti ini dinilai tidak sesuai dengan
pembaca yang awam. Sebab, di dalam karya aslinya, hadits, riwayat,
maupun atsar yang shahih masih bercampur baur dengan materi-materi yang
berkualitas dha'if, hingga yang maudhu' dan bathil. Bahkan kisah-kisah
yang terdapat di dalamnya pun ada yang berstatus isra'iliyyat.
Pembaca
yang awam tentu saja membutuhkan usaha ekstra tidak hanya dalam
memahami penafsiran ayat demi ayat, namun juga dalam menangkap kaitan
dan pesan yang dikandung oleh hadits, riwayat, atsar maupun kisah
pendukung penafsiran tersebut. Alih-alih memahami makna sebuah ayat,
para pembaca awam malah akan berputar-putar dalam mencerna semua
informasi yang berkaitan dengan ayat tersebut, yang tidak semuanya
shahih.
Semua bahan dan materi inilah yang kemudian disaring
(tahdzib) oleh Dr. Shalah Abdul Fattah al-Khalidi, dengan meringkas apa
yang harus diringkas dan menghilangkan apa yang harus dihilangkan serta
menyederhanakan struktur bahasa dan gaya penulisan Ibnu Katsir.
Sehingga, yang tersaji dalam karya ini hanyalah maklumat dan informasi
yang shahih, autentik, dan valid dengan struktur bahasa yang lebih
sederhana, tanpa mengurangi kelengkapan materi, gagasan dan pemikiran
Ibnu Katsir. Upaya penyaringan maklumat sekaligus penyederhanaan
struktur bahasa inilah yang membuat karya ini mudah dibaca oleh pembaca
yang awam sekali pun di zaman modern.
2. Sistematis
Setelah
melakukan penyaringan (tahdzib), Dr. Shalah Abdul Fattah al-Khalidi lalu
merapikan ulang (tartib) susunan dan sistematika penulisan Ibnu Katsir
sesuai dengan kaidah penulisan karya ilmiah modern.
Penyusunan
bab pun dibuat sesuai tema sebuah ayat. Tentu saja, penyusunan bab ini
tidak dijumpai dalam naskah asli maupun edisi lain Tafsir Ibnu Katsir.
Upaya tartib inilah yang membuat edisi tafsir ini tidak melelahkan untuk
dibaca, karena pembaca awam bisa melakukan penelusuran berdasarkan ayat
maupun bab yang dikehendakinya. Susunan bab yang sistematis ini pun
didukung dengan kemudahan bahasa yang digunakan, sehingga makin
menyenangkan saat membacanya. Kitab dan buku tafsir pun bukan lagi
wilayah menakutkan untuk didekati.
Upaya tahdzib dan tartib ini
tentu saja membawa konsekuensi berkurangnya kuantitas materi yang
dikandung oleh edisi Tafsir Ibnu Katsir ini. Namun, demikian,
konsekuensi ini sepadan dengan kualitas maklumat yang disajikan buku
ini. Sebab, yang berkurang dan hilang dari edisi buku Mudah Tafsir Ibnu
Katsir adalah informasi-informasi dan materi-materi yang tidak shahih,
maudhu' bahkan bathil serta riwayat-riwayat isra'iliyat. Berkurangnya
kuantitas materi ini pun berakibat pada berkurangnya volume edisi Mudah
Tafsir Ibnu Katsir. Jika edisi-edisi lain Tafsir Ibnu Katsir terdiri
atas 10 jilid, maka volume buku Mudah Tafsir Ibnu Katsir ini hanya
terdiri atas 6 jilid tebal, mengikuti edisi aslinya, karya Dr. Shalah
Abdul Fattah al-Khalidi.
Wallahu a'lam
KETerangan
STok Jilid 3 dan 4
0 comments: